Showing posts with label Modifikasi Kereta. Show all posts
Showing posts with label Modifikasi Kereta. Show all posts

Saturday, March 31, 2012

Modifikasi Motor Honda CB100 Plus Foto Gambar

Artikel By Aceh Community On Modifikasi Motor Honda CB100 Plus Foto Foto -
Honda CB100 custom milik I Gusti Bagus Surya Pranata ini lebih mengarah ke gaya street tracker. Cuma oleh pemiliknya, detail motor coba direspon dengan setuhan khas chopper. Jadi, bisa dikatakan gabungan dua aliran, Bro.
“Dengan cara memasukkan unsur chopper, supaya detail modifikasinya lebih beragam,” jelas pria yang tinggal di Komplek Dalung Permai, Denpasar, Bali ini coba berfilosofi.
Detail ubahan chopper bisa dilihat dari desain setang yang menganut model Z Bar. “Kalau ubahan street tracker umumnya pakai model lebar. Seperti banyak diaplikasi besutan model trail,” jelas Surya, sapaan akrab bro yang mempercayakan customizing ke bengkel M1 Custom, Bali ini.
Untuk kaki-kaki Surya coba berkreasi dengan gaya besutan bobber, pilih roda depan dan belakang dengan ukuran seragam atau sama. Dibarengi dengan pemilihan ban klasik yang kembangannya jenis kasar.
Ban mengandalkan buatan Swallow dengan ukuran diameter 18 inci. jadinya, motor terlihat lebih klasik. Apalagi dibarengi dengan pemilihan tapak yang agak lebar. “Juga untuk jari-jarinya, custom mengandalkan model spoke ala kipas,” jelas Surya yang asli Bali ini.
Sedangkan buat bodi, seluruhnya mengandalkan material dari pelat galvanis. Termasuk sepatbor juga terbuat dari pelat besi juga. Sesuai dengan tema ubahan street tracker, sepatbor depan dan belakang sengaja di desain minimalis.
Agar areal bawah jok terlihat berisi, Surya menyiasatinya lewat pemasangan cover nomor layaknya besutan trail zaman dulu. Proses pengecatan dengan mengandalkan warna dasar merah. Langsung ditangani oleh Ari Paint yang bengkelnya berdomisili di Denpasar.
“Biar motor gampang dikenali, diairbrush nama panggilan saya di areal lambung tangki,” urainya pria yang tergabung di klub Byron Rider Club Bali ini.
Pemilihan kaki-kaki pasti jadi perhatian. Suspensi depan mengandalkan satu set sok teleskopik milik Honda Tiger lengkap dengan teromolnya.
Sedangkan untuk suspensi belakang pilih lengan ayun copotan Honda GL-Pro. Bersanding dengan sok kembar aftermarket produk YSS.
DATA MODIFIKASI
Ban depan  : Swallow  400/18
Ban belakang  : Swallow 400/18
Knalpot     : Custom
Pelek  : Champs 2,5×18
M1 Custom: 0856-3839069
sumber artikel dan gambar (otomodif.otomotifnet.com)
di Rating 4.5

Modifikasi Yamaha Jupiter MX 135LC, Fashionnya Balap

Artikel By Aceh Community On Modifikasi Yamaha Jupiter MX 135LC, Fashionnya Balap -
Dulu MOTOR Plus pernah menyebarkan virus komorod. Artinya korban modifikasi road race. Ada yang masih ingat? Ternyata aliran ini masih hidup dan tetap berkembang di pulau Bali. Buktinya bisa dilihat pada Yamaha Jupiter MX milik I Made Riana ini. Layaknya motor balap, tapi hanya sekadar fashionnya saja.
Bagi Brachunk, panggilan akrab Made, tampil seperti motor balap ini memang menjadi cita-citanya. Sebagai seorang mekanik di jaringan bengkel resmi Yamaha, oprek motor sudah jadi kesehariannya. Karena itu selain urusan bodi balap, mesin juga menjadi perhatiannya.
Saat ini, kapasitas mesin sudah tidak lagi 135 cc. Tapi, sudah menjadi 150 cc. “Karena sudah memasang blok berikut piston V-ixion. Sehingga otomatis jadi 150 cc,” ujar lajang 23 tahun ini.
Tentu ini sah-sah saja, karena kembali ke konsep komorod tadi. Jadi, tidak dibawa turun di arena balap sesungguhnya, sehingga tidak ada batasan regulasi yang melarang peningkatan kapasitas mesin.
Berbagai variasi penunjang lainnya sudah pasti juga bergaya balap. Misalnya saja pelek yang menggunakan TDR. Bahkan buat ban, Brachuk menggunakan yang menjadi standar di arena IndoPrix (IP). IRC Razzo 221 ukuran 90/80-17.
Namun ada yang unik jika dilihat di roda belakang. Terlihat seolah-olah motor yang mempunyai nomor start 29 ini sudah menggunakan teromol variasi. Padahal ternyata masih orisinilnya.
“Bisa terlihat beda karena teromolnya dibubut. Hal itu karena sudah pakai disc brake di belakang, sehingga teromolnya dibubut supaya terlihat lebih ringan dan sporty,” tutup warga Jl. Pecatu Graha No. 1, Kuta Selatan, Bali ini.
sumber artikel dan gambar (otomodif.otomotifnet.com)
di Rating 4.5

Cara Modifikasi Yamaha Mio Soul Plus Contoh Foto

Artikel By Aceh Community On Cara Modifikasi Yamaha Mio Soul Plus Foto
Punya besutan resik jadi perhatian Echa Kecil. Pemilik Yamaha Mio Soul asal Kemayoran, Jakarta Pusat ini memilih kelir meriah. Sesuai ubahan yang sedang digandrungi pemilik skubek tanah air seumuran Echa.
Ubahan warna bodi yang sudah full airbrush meriah itu, membentuk tribal. “Untuk kelir bodi, dipercayakan pada Tomi Airbrush,” jelasnya.
Dipadu lingkar roda 17 inci dengan profil ban yang tipis. “Lebih asyik pakai pelek 17 inci, handlingnya makin lincah,” lanjut Echa yang usianya menginjak 17 tahun ini.
Makin sip peranti bolt on yang dipasang juga meyesuaikan tampilan. Seperti cover CVT berlubang yang berkelir anodized berpadu slang udara beragam warna, sok aftermarket berlabel Gazzi, dan tromol depan Trusty.
“Biar makin rapi, areal kolong sampai standar samping dan tengah juga ikut kena krom,” tutup Echa.
DATA MODIFIKASI
Ban depan : Vee Rubber 45/90/17
Ban Belakang : Swallow 50/90/17
Handle : KTC
Gas Spontan : KTC
Master Rem : KTC
sumber artikel dan gambar (otomodif.otomotifnet.com)
di Rating 4.5

Cara Modifikasi Kawasaki Edge Update Foto dan Gambar

Artikel By Aceh Community On Cara Modifikasi Kawasaki Edge Update Foto dan Gambar

Ibnu Sambodo sukses mengantar Kawasaki dan Haji Yudhistira menjadi juara IP 110 race kedua di seri pertama Sentul dua Minggu lalu. Kuncinya, hanya dengan ilmu seting karburator dengan membalik logika pemikiran yang biasa diterapkan mekanik tanah air.

Balapan  dimanapun, tak lepas dari seting karbu. Sudah jadi logika umum, makin pendek sirkuit, campuran bahan bakar dibikin sekering mungkin. Sebaliknya, balapan di trek besar seperti Sentul gede, bahan bakar dibikin kaya. Dengan kata lain dibikin boros. Agar mesin tidak kepanasan dan meleduk akibat overheat.

Nah, logika inilah yang dibalik Pakde, sapaan akrab Ibnu. Menurutnya, "Bermain di Sentul Kecil, campuran bahan bakar malah dibikin kaya. Lebih kaya daripada seri Sentul Gede," tegas Ibnu Sambodho.

Di IP lalu, jetting Kawasaki Edge yang berkarburator Mikuni TM 24 ini diisi dengan spuyer gajah. Pilot-jet 35 dan main-jet 230/35. Padahal, saat  di Sentul cuma menggunakan spuyer 200/40. “Ini bukan melawan logika berfikir. Tapi, saya hanya menggunakan ilmu fisika,” tegas pemilik tim Manual Tech ini.

Jelasnya begini. Untuk menghasilkan kinerja mesin kuat, ada dua hal yang diperlukan dalam hal pendinginan. Yang pertama, pendinginan mengantisipasi panas mesin, dan mengantisipasi temperatur udara.
Silinder head, kem dan klep tidak ada perubahan (kanan)

Logika umum, di Sentul Kecil, mesin tidak tidak memerlukan pasokan bahan bakar melimpah. Dengan Mikuni jetting 200/30 pun sebetulnya cukup untuk memenuhi kebutuhan mesin. Tapi, ada satu faktor yang banyak dilupakan. Bagaimana menjaga mesin tak hanya kencang, tapi juga terhindar dari overheat.

Teori dasar inilah yang dianut Pakde, sapaan akrabnya.  Di Sentul kecil, justru memerlukan bahan bakar lebih banyak. Logikanya simple. Kawasaki Edge proses pendinginan hanya  dibantu udara, tanpa air. Pendingin udara sangat optimal apabila motor bisa melaju  dengan kecepatan lebih dari 120 km/jam.
 
Nah, di Sentul kecil, mana bisa mencapai kecepatan segitu dengan trek lurus yang hanya 150 meter. Dari data yang terekam di data logger, kecepatan rata-rata hanya 77 km/jam. Dengan jetting yang tiga step lebih besar dari motor kebanyakan pun temperatur mesin sudah mencapai 200 derajat Celsius. Bagaimana bila menggunakan spuyer kancil.

Dengan kondisi seperti itu, pendinginan melalui udara sangat tidak optimal. “Kecuali pembalap balapan sambil membawa kipas angin tambahan yang dihadapkan ke mesin,” kelakar Begawan 4-tak ini.

Makanya, pendingan dibantu melalui bahan bakar dengan menerapkan ajian spuyer gajah. Di Sentul, hanya motor Yudhistira yang terap spuyer gajah. Lainnya memakai jetting di bawah 200.

Itulah kenapa Yudhistira seolah makin lama motornya terlihat makin kencang. Start dari grid 11 terus melaju tanpa mesin ngedrop hingga menggapai podium pertama. Padahal, ”Bukan motor kami yang makin kencang. Tapi, konstan di 59,8 detik.  Motor lain kencang di awal, tapi selebihnya ngedrop. Makanya terlihat pelan,” tambah pria asli Yogyakarta ini.

Tapi, spuyer gajah, bukan tanpa resiko. Menuntut pembalap jago gantung rpm. untuk urusan yang satu ini, "Yudhistira memang sudah ahlinya. Jadi itu bukan masalah besar," tutup Ibnu. (motorplus-online.com) || di Rating 4.5

Modifikasi Honda Supra X125 Full Foto

Artikel By Aceh Community On Modifikasi Honda Supra X125 Full Foto  -
  
Honda Supra X125 lansiran 2005 kelir hitam ini perlu diperhitungkan. Rahasia terbesar motor yang diracik oleh Lili dan Kiki yang punya bengkel L2M di Jl. Puspitek, No. 31, Tanggerang Selatan ini ada di piston Honda Sonic.

Supra X125 ini dibekali piston Sonic diameter 61,5 mm. Itu artinya, 3 mm lebih besar jika dibandingkan piston standar Sonic yang 58,5 mm. Lewat permainan piston oversize 300 ini, volume silinder membengkak hingga 171,9 cc. Tapi, nampaknya, duo brother ini masih menilai permainan piston belum cukup buat dongkrak power maksimal. Maka itu, stroke up ikut dilakukan.

Stroke naik, paking tetap selembar, CDI BRT Hyperband, maping pas dengan kebutuhan

Aplikasi pen stroke 2 mm, total stroke sekarang berganti jadi 61,9 mm. Setang seher pun tetap pakai asli Supra x125. So, penambahan stroke ini juga turut meningkatkan isi silinder keseluruhan. Ya, total volume silinder keseluruhan melonjak jadi 183,2 cc. Dibulatkan, 183 cc.

Dari dua ubahan yang dilakukan di piston dan stroke, mesin jadi square. Efeknya, power di dua sisi jadi lebih rata. Ya, bawah hingga atas.

Mengimbangi volume silinder yang bertambah, part penyuplai gas bakar ikut diperhitungkan. Kiki yang doyan minum susu coklat ini, mengandalkan klep dari Honda Tiger. Diameter payung klep pakai 31 mm (in) dan 26 (ex).

Durasi buka-tutup kem tak luput dari sasaran. Tentunya, agar gas bakar yang masuk bisa lebih banyak ketimbang sebelumnya. “Kalo durasi tepatnya saya enggak pernah hitung. Yang jelas, pinggang kem dibuat 24 mm dan tinggi bumbungannya 32 mm,” timpal Lili.

Jika bagian klep sudah dibenahi tapi part pengabut tak dimainkan, hasilnya belum tentu sempurna. Maka itu, karburator ikut diganti. Duet tunner bersaudara ini andalkan milik Suzuki Shogun 125. “Selain itu, buat seting karburator Shogun lebih gampang ketimbang karburator bawaan motornya,” ungkap Lili yang ramah. Pasti ini direamer.

Terakhir, saluran buang diperlancar. Knalpot bawaan standar pabrik yang didalamnya terdapat banyak sekat, dipensiunkan dan diganti saluran buang racing yang lebih free flow tanpa sekat. “Knalpot dibuat sendiri, agar power yang dihasilkan lebih mantap,” jelas Kiki sembari bilang pakai CDI merek BRT Hyper Band agar terbebas dari limiter. (motorplus-online.com)
Cekidot  :
  1. Cara Membuat Es Krim dan Es Cream
  2. Resep Masakan Cepat Saji Sup Mie Cabai Merah
  3. Resep Ayam Masak Bumbu Ketumbar
  4. Resep Masakan Ayam Panggang Pedas
DATA MODIFIKASI
Ban depan : Swallow 50/90-17
Ban  belakang : Sea Hawk 60/80-17
Pelek depan : Champ 1,20x17 & 1,40x17
Lengan ayun : Sport arm
Karbu : Reamer 31 mm

di Rating 4.5

Modifikasi Yamaha Byson Konsep Yamaha FZ1 Full Foto

Artikel By Aceh Community On Modifikasi Yamaha Byson Konsep Yamaha FZ1 Full Foto -

Konsep dasar antara Yamaha Byson dan Yamaha FZ1 memang agak mirip. “Makanya untuk mengubah Byson jadi FZ1 hanya perlu penambahan beberapa part yang bersifat bolt on saja,” kata Rudi Gunawan dari Berkat Motor di Jl. Ciledug Raya, No. 1E, Kreo, Ciledug, Tangerang.

Itu yang membuat Nurul Huda, sang pamilik motor ini optimis sebuah tunggangan kesayangan akan jadi lebih sip. Begitu Byson keluar dari dealer, langsung dimodifikasi.
  
Deltabox, bikin konsep makin kekar
Kebetulan setelah browsing, ketemu konsep dari Yamaha FZ1. “Simpel tapi sangar,” jelas Nurul Huda yang berusia 30 tahun dan yang tinggal di Komplek Taman Asri, Ciledug, Tangerang.

Beruntung bagi Huda, begitu doi disapa. Sebab, Rudi Gunawan paham betul kemauan Huda. Konsep FZ1 yang diinginkan, mudah diimplementasikan ke Byson.

Dipilih peranti bolt on, karena Huda tak ingin mengubah ekstrem pacuannya. “Lantaran lewat peranti bolt on saja sudah bisa bagus kok,” timpal Huda.

Sepatbor standar cuma tambah kuping. Single seater tapi bisa dilepas buat boncenger
Mulai dari depan. Buat percantik tampilan sepatbor, part yang berfungsi menahan cipratan air dan kotoran dari ban itu diberi pemanis. Maksudnya, diberi ‘kuping’ tambahan di bagian sisi samping yang bersifat bolt on. Pemasangannya juga tetap diposisikan di lubang baut sepatbor. Jadi, tak perlu braket lagi.

Merembet ke bagian engine, sejatinya FZ1 mengadopsi cover engine bawah. Begitu juga di Byson ini. Cover engine yang terbuat dari bahan fiberglass dipasang sebagai penguat aksen mesin agar tampak lebih besar juga kekar.

Kesan kekar itu makin diperkuat lewat aplikasi part deltabox yang juga terbuat dari serat kaca alias fiberglass. “Deltabox ini mengambil dudukan di cover bodi samping,” timpal modifikator dua anak itu.

Buat sektor buritan, pemakaian cover jok membuat Byson seakan jadi pacuan single seater. “Demi kuatkan konsep sangar, warna dipilih dari FZ1 yang hitam-kuning,” tutup Rudi. Keren! (motorplus-online.com) 

DATA MODIFIKASI
Ban depan : IRC 100/80-17
Ban belakang : IRC 120/80-17
di Rating 4.5

Kereta Modifikasi Yamaha V-ixion R6 Lokal Full Foto

Artikel By Aceh Community On Kereta Modifikasi Yamaha V-ixion R6 Lokal Full Foto -
Sutoyo punya selera tinggi. Yamaha V-ixion berbasic sport turing pengin dicustom jadi Yamaha YZF-R6. Padahal motor ini pasnya dibikin mirip jadi Yamaha R15 yang full fairing. Sebab basic R15 asal India itu sama dengan V-ixion, mengusung mesin 150 cc.
Toyo yang bukan pemilik pabrik laher Koyo pun menyerahkan tunggangan ke Jani Balper. Dia modfikator Jani Balper Body Work (JBBW) di Jogjakarta. Kebetulan Jani paling sering garap motor-motor beraliran sport atau naked bike.
“Pemilik mau seperti Yamaha YZF R-6. Kebetulan saya sudah punya mal motor tersebut. Membuat pengerjaannya jadi lebih singkat. Hanya butuh waktu dua bulanan sudah beres,” buka builder di Jl. Watu, Sedayu Bantul, Yogyakarta ini.
Untuk permulaan, sok depan lebih dulu dimodif jadi model upside down. “Prosesnya, sok depan asli dikasih kondom agar terlihat lebih besar juga kokoh,” jelas Toyo.
Makin kental peredam kejut depan custom diikat ke segitiga produk aftermarket merek Ride It. Begitu juga dengan batang kemudi yang posisi awalnya tinggi sudah diganti setang jepit variasi. Juga menggunakan produk Ride It.
“Kalau bodi dan fairing dibikin persis Yamaha YZF-R6. Menggunakan bahan fiberglass yang dibikinnya enggak asal-asalan. Sebab setiap sudut disesuaikan konsep aslinya. Bahkan hingga sampai buritan sesuai aslinya yang nunggging,” lanjut Jani. Lalu fairing tadi dipasang lampu depan Honda Vario yang posisinya diatur ulang.
Tangki asli dicustom mengikuti desain fairing. Bahkan lekukan tangki sejajar dengan cover samping kanan-kiri dari fiberglass. Bahkan lampu belakang yang sudah diubah pun mengikuti tampilan buritin yang sudutnya meruncing.
“Untuk sok belakang, diakui masih menggunakan milik aslinya. Namuin arm diganti,” tutup Jani.
Knalpot Disesuaikan
Jani sebenarnya bukan tidak percaya knalpot yang dijual di pasaran. Apalagi produk variasi banyak macam juga bagus-bagus. Cuma desainnya tidak ada yang klop dengan ubahan seperti YZF-R6.
“Mending bikin sendiri. Sebab kalau knalpotnya beli rasanya kurang sreg secara tampilan,” jelas Jani yang berancana akan pindah bengkel ke tengah kota Jogja itu.
Made in dewek juga bisa mengatur suara yang dihasilkan. Dibuat enggak brisik tapi ngebas lembut dan bertenaga.di Rating 4.5